Beranda » Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS, Ancaman Krisis Global

Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS, Ancaman Krisis Global

Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS, Ancaman Krisis Global

Portalwarta.com – Situasi politik Venezuela memasuki babak baru dan penuh ketidakpastian setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat. Peristiwa ini memicu gelombang reaksi keras, baik di dalam negeri Venezuela maupun dari komunitas internasional. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan langkah tersebut sebagai bagian dari penegakan hukum internasional, sementara Majelis Nasional Venezuela mengangkat Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara untuk mengisi kekosongan kekuasaan.

Jika Venezuela benar-benar berada di bawah kendali Amerika Serikat, dampaknya diperkirakan akan sangat luas. Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, sehingga perubahan kekuasaan berpotensi menggeser peta energi global. Negara-negara yang selama ini menjalin kerja sama energi dengan Venezuela, seperti China, Rusia, dan beberapa negara Amerika Latin, berisiko mengalami gangguan pasokan minyak. Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga energi dunia dan memperberat tekanan ekonomi global.

Dari sisi ekonomi internasional, meningkatnya ketegangan geopolitik diperkirakan akan menimbulkan ketidakpastian pasar. Investor global cenderung bersikap wait and see, bahkan menarik investasi dari negara berkembang. Akibatnya, nilai tukar mata uang dan harga komoditas menjadi tidak stabil, sementara negara-negara berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling terdampak akibat kenaikan harga energi dan pangan.

Di dalam negeri Venezuela, penangkapan Nicolas Maduro dinilai berpotensi memicu konflik sosial dan politik. Pendukung Maduro menganggap langkah Amerika Serikat sebagai bentuk intervensi dan pelanggaran kedaulatan negara. Sebaliknya, kelompok oposisi melihat peristiwa ini sebagai momentum untuk mendorong perubahan politik dan reformasi pemerintahan. Ketegangan tersebut dikhawatirkan memperparah krisis kemanusiaan yang telah lama melanda Venezuela.

Pengangkatan Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara juga menuai pro dan kontra. Sebagian pihak berharap kepemimpinan sementara ini mampu membuka ruang dialog nasional dan pemulihan ekonomi. Namun, tidak sedikit yang meragukan legitimasi pemerintahan sementara selama bayang-bayang campur tangan asing masih terasa kuat.

Menanggapi situasi tersebut, Paul Sandi, mahasiswa Universitas Indonesia jurusan Ilmu Politik, menilai bahwa kasus Venezuela mencerminkan persoalan klasik dalam politik global. “Penangkapan kepala negara oleh kekuatan asing berisiko menciptakan preseden buruk dalam hubungan internasional. Alih-alih membawa stabilitas, langkah ini justru bisa memperluas konflik dan memperdalam polarisasi global,” ujarnya. Menurut Paul, penyelesaian krisis Venezuela seharusnya ditempuh melalui diplomasi multilateral dengan menghormati kedaulatan negara.

Di tingkat internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah organisasi regional terus mendorong penyelesaian damai. Dunia kini menanti apakah krisis Venezuela akan berujung pada stabilitas baru, atau justru menjadi sumber ketegangan global yang lebih besar.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *