Beranda » Pertina Kutim Resmi Dilantik, Tinju Bangkit

Pertina Kutim Resmi Dilantik, Tinju Bangkit

SANGATTA – Area Polder Ilham Maulana tampak lebih semarak pada Selasa (23/12) saat pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kutai Timur periode 2025–2029 digelar bersamaan dengan pembukaan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pertina Kutim 2025.

Sorotan lampu arena dan antusiasme masyarakat mengiringi agenda olahraga tersebut yang dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kadispora Basuki Isnawan, Ketua KONI Kutim Rudi Hartono, serta perwakilan Pengprov Pertina Kaltim Musrifin Umar.

Syahlianoor atau Haji Ijing resmi dipercaya memimpin Pertina Kutim untuk empat tahun ke depan.

Kejurkab tinju tahun ini diikuti 106 atlet dari berbagai kecamatan, mulai Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, Wahau, hingga Kaliorang.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis sebagai sarana membangun kebahagiaan dan kebanggaan masyarakat, bukan sekadar mengejar prestasi semata.

Baca Juga :

Ia menekankan pentingnya pembinaan atlet lokal agar Kutim memiliki petinju murni daerah sendiri.

Sementara itu, Manajer sekaligus Juru Bicara Pertina Kutim Hendra Putra melaporkan pencapaian atlet tinju Kutim yang sukses meraih puluhan medali dalam enam bulan terakhir, termasuk 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu di ajang Palu.

Menjawab keterbatasan sarana, Mahyunadi menginstruksikan penganggaran pengadaan ring dan peralatan tinju pada 2026, sekaligus mendorong pembukaan sasana hingga tingkat desa dan kecamatan, dengan penegasan agar organisasi dijalankan secara profesional dan transparan.

Pelantikan Pengcab Pertina Kutim yang dirangkai dengan Kejurkab Tinju 2025 menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sosial dan karakter generasi muda.

Langkah ini tidak hanya memperkuat regenerasi atlet lokal, tetapi juga menegaskan komitmen Kutai Timur untuk mandiri dalam pembinaan, tanpa ketergantungan pada atlet dari luar daerah.

Dukungan anggaran untuk penyediaan ring tinju standar dan pengembangan sasana hingga tingkat desa menjadi fondasi penting bagi pembinaan jangka panjang.

Kebijakan tersebut berpotensi memperluas akses olahraga prestasi sekaligus menjadi sarana pencarian bibit unggul dari akar rumput.

Jika konsistensi pembinaan, transparansi seleksi, serta profesionalisme organisasi benar-benar dijalankan, Pertina Kutim berpeluang melahirkan atlet berdaya saing regional hingga nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *