Beranda » Keberadaan Rohingya Jilid 2 di Indonesia: Masalah dan Tantangan

Keberadaan Rohingya Jilid 2 di Indonesia: Masalah dan Tantangan

Rohingya jilid 2
kedatangan kedua rombongan rohingya di perarian aceh 24 oktober 2024

Portalwarta.com – Sebanyak 146 orang Rohingya, termasuk anak-anak, mendarat di Provinsi Sumatra Utara pada hari Kamis, menurut seorang pejabat. Ini adalah gelombang kedua kedatangan mereka dalam waktu seminggu, menimbulkan pertanyaan serius tentang kesejahteraan Indonesia dalam menangani masalah pengungsi.

Sebuah perahu yang membawa 64 pria, 62 wanita, dan 20 anak-anak tiba di pagi hari di daerah Deli Serdang, seperti yang dilaporkan oleh Raphael Sandhy Cahya Priambodo, kepala polisi setempat. “Rohingya itu berenang dari perahu untuk mencapai pantai,” jelasnya, menambahkan bahwa mereka ditempatkan sementara di kantor administrasi setempat. “Semua selamat dan sekarang dalam kondisi baik.”

Kedatangan mereka datang setelah perahu lain, yang juga membawa sekitar 150 Rohingya, terdampar di Provinsi Aceh selama seminggu karena penolakan warga setempat untuk membiarkan mereka mendarat. Perahu tersebut, yang tiba di perairan Indonesia pada 17 Oktober, akhirnya diizinkan mendarat setelah ada permohonan dari badan pengungsi PBB kepada pemerintah Indonesia.

baca juga :REI Expo Batam Targetkan Transaksi Rp 88 Miliar

Kondisi laut yang lebih tenang dari bulan Oktober hingga April menjadi alasan banyak Muslim Rohingya yang berangkat dari Myanmar menggunakan perahu yang tidak layak untuk pergi ke Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh. Data UNHCR menunjukkan lebih dari 2.300 Rohingya tiba di Indonesia tahun lalu, jauh lebih banyak dibandingkan total kedatangan selama empat tahun sebelumnya. Namun, kini mereka menghadapi penolakan yang semakin meningkat dari masyarakat setempat.

Opini masyarakat tentang keberadaan Rohingya di Indonesia semakin kontroversial. Banyak yang merasa keberadaan mereka justru menyusahkan, karena menganggap mereka terlalu banyak menuntut. Di tengah situasi yang sulit, warga setempat merasa semakin frustrasi dengan meningkatnya jumlah kedatangan pengungsi.

Ketidakpuasan ini menciptakan tantangan baru bagi Indonesia, yang seharusnya menjadi tempat perlindungan, namun kini berjuang untuk menjaga kesejahteraan warganya. Harapan akan penanganan yang lebih baik dan responsif terhadap masalah ini pun terus meningkat.

Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai isu-isu terkini, kunjungi portalwarta.com. Jika Anda membutuhkan jasa pembuatan website terpercaya, kunjungi digidingo.my.id.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *