Empat Hari Menuju Pemilu Amerika 2024, Trump dan Harris Berebut Suara

Portalwarta.com -menuju pemilu presiden AS, ketegangan memuncak di negara-negara bagian kunci di Midwest.
Donald Trump dari Partai Republik dan Kamala Harris dari Partai Demokrat saling berebut suara di wilayah penting seperti Wisconsin dan Michigan, yang dianggap sebagai penentu utama hasil pemilu. Kedua kandidat tampak tak mau kalah, mengerahkan segala cara untuk mengamankan dukungan di hari-hari terakhir ini.
Trump, yang dikenal dengan pendekatan berani dan tanpa basa-basi, memulai harinya dengan pertemuan singkat bersama komunitas Arab-Amerika di pinggiran kota Detroit, Dearborn, Michigan.
Tanpa banyak basa-basi, ia melanjutkan dengan rapat umum di Warren, Michigan.
Ratusan pendukung hadir untuk mendengarkan pidatonya, di mana Trump tidak hanya menekankan agenda kebijakannya, tetapi juga menyerang kebijakan-kebijakan Partai Demokrat. Ia pun langsung bertolak ke Milwaukee, Wisconsin, mengakhiri hari dengan semangat kampanye yang membara.
Di sisi lain, Kamala Harris tampak tak gentar dengan strategi agresif Trump. Ia menghabiskan seluruh harinya di Wisconsin, menyasar tiga kota strategis: Janesville, Little Chute, dan Milwaukee.
Harris tak ragu melontarkan kritik keras kepada Trump, terutama menanggapi serangan verbal Trump terhadap politisi Partai Republik yang cukup disegani, Liz Cheney.
Baca Juga :Kamala Harris dan Michelle Obama berkampanye di Kalamazoo
Dengan gaya tegas, Harris menekankan pentingnya integritas dan kepemimpinan yang berfokus pada keadilan sosial dan kebijakan progresif, sebuah janji yang jelas-jelas berseberangan dengan visi Trump.
Menariknya, polling terbaru menunjukkan bahwa Harris dan Trump bersaing ketat di Wisconsin dan Michigan.
Dengan perbedaan yang sangat tipis — kurang dari satu poin persentase — keduanya memiliki peluang yang hampir sama di negara bagian kunci ini. Bahkan, menurut tracker polling FiveThirtyEight, Harris unggul secara nasional dengan selisih 1,4 poin dari Trump, sebuah posisi yang ia pertahankan selama seminggu terakhir.
Meski begitu, keunggulan ini belum tentu menjamin kemenangan, mengingat tingginya potensi fluktuasi suara di detik-detik terakhir pemilu.
Pemilu tahun ini jelas tidak seperti biasanya. Dalam situasi pandemi dan polarisasi politik yang semakin tajam, AS menyaksikan sebuah pertarungan yang membawa ketegangan dan intrik yang tak pernah surut.
Dengan hanya empat hari tersisa, masih ada peluang besar bagi kedua kandidat untuk meraih suara yang menentukan.
(US/FU)
Untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan terkini, ikuti terus di Portalwarta.com.
berita utama : Aljazera