Dampak Kemenangan Trump, Harga Emas Turun

Penulis : Indah sri
Terpilihnya Donald Trump kembali menjadi Presiden AS membawa dampak besar di berbagai sektor, termasuk harga emas yang justru mengalami penurunan.
Harga emas, yang sering dianggap sebagai “safe haven” atau aset aman, biasanya meningkat ketika ketidakpastian politik atau ekonomi tinggi.
Namun, dalam hal ini, kemenangan Trump disinyalir menciptakan optimisme di kalangan pelaku pasar mengenai stabilitas ekonomi dan suku bunga.
Sejumlah analis memprediksi bahwa kebijakan ekonomi Trump yang pro-bisnis, serta rencana pemangkasan pajak korporat, mendorong investor beralih dari emas ke aset-aset berisiko lainnya, seperti saham.
Hal ini memicu permintaan emas yang menurun, sehingga harga emas mengalami koreksi.
Namun, tetap ada risiko ketidakpastian kebijakan Trump dalam perdagangan internasional yang bisa mengganggu pasar global dan kembali mengangkat harga emas.
Untuk Anda yang tertarik dengan update berita tentang pengaruh politik dunia terhadap ekonomi, harga emas diharapkan tetap fluktuatif selama masa kepemimpinan Trump.
Jika Trump menerapkan kebijakan yang menciptakan ketidakstabilan, harga emas bisa meroket lagi karena investor beralih pada aset yang lebih aman.
Baca Juga : Kemenangan Trump di Pilpres AS 2024
Dalam jangka panjang, banyak pihak mengawasi kebijakan dan retorika Trump yang dapat memicu dampak ekonomi mendalam bagi berbagai negara dan pasar global.
idak dapat disangkal bahwa perubahan kebijakan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump akan terus menjadi sorotan pasar global, terutama bagi mereka yang berinvestasi di aset seperti emas.
Dengan fokusnya pada kebijakan yang pro-Amerika, ada peluang bahwa ketegangan perdagangan atau pergeseran dalam hubungan internasional dapat memicu kembali minat terhadap emas sebagai pelindung nilai.
Di sisi lain, para investor masih akan mengawasi reaksi Federal Reserve terhadap kebijakan Trump, terutama jika terjadi perubahan suku bunga yang signifikan.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi minat pada emas karena aset ini tidak menghasilkan bunga, sehingga ketika suku bunga naik, investor mungkin lebih memilih investasi berbunga tinggi.
Sebagai komoditas yang sensitif terhadap situasi global, emas tetap menjadi indikator yang mencerminkan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Masa jabatan Trump akan menjadi momen penting yang berpotensi memengaruhi dinamika harga emas secara global.
Untuk update berita lainnya, silakan kunjungi portalwarta.com.