Beranda » Pengawasan Jembatan Mahakam Ulu Diperketat Usai Ponton Batu Bara Tabrak Pilar

Pengawasan Jembatan Mahakam Ulu Diperketat Usai Ponton Batu Bara Tabrak Pilar

Peristiwa ini memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan salah satu infrastruktur vital penghubung aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. Kepala Satpol PP Kaltim, Munawwar, menegaskan bahwa pengamanan jembatan kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Berdasarkan inspeksi visual awal di lapangan, ditemukan kerusakan signifikan pada sistem pengaman jembatan, di mana satu unit fender dilaporkan hilang dan satu unit lainnya dalam kondisi rebah akibat benturan keras.

Sesuai instruksi Gubernur, keselamatan publik ditempatkan sebagai prioritas tertinggi dan jembatan belum dapat dinyatakan sepenuhnya aman hingga hasil audit teknis resmi dari Dinas PUPR Kaltim diterbitkan.

Sebagai tindak lanjut, Satpol PP Kaltim melakukan koordinasi intensif dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, Polisi Perairan dan Udara (Polairud), Polresta Samarinda, serta Dinas PUPR Kaltim untuk pengamanan terpadu. Dalam langkah darurat, KSOP Samarinda telah menerbitkan Notice to Mariners (NtM) yang melarang kapal bermuatan besar melintas di bawah bentang Jembatan Mahulu selama proses survei dan pemeriksaan struktur berlangsung.

Di lokasi kejadian, Satpol PP juga memasang spanduk peringatan yang melarang kapal atau ponton bermuatan di atas 200 feet mendekati area pilar jembatan sebagai sistem peringatan dini bagi nakhoda. Sementara itu, mobilitas kendaraan di atas jembatan masih diberlakukan secara terbatas, dengan imbauan agar kendaraan berat menggunakan jalur alternatif guna mengurangi beban dinamis. Pemerintah menegaskan bahwa penutupan total jembatan akan dilakukan apabila hasil kajian teknis menyatakan adanya risiko struktural. Untuk update berita terbaru, pembaca dapat mengakses kanal resmi melalui portalwarta.com

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *