Beranda » Garuda Muda Terbang ke Piala Dunia: Indonesia U-17 Lolos Piala Dunia Usai Taklukkan Yaman 4-1

Garuda Muda Terbang ke Piala Dunia: Indonesia U-17 Lolos Piala Dunia Usai Taklukkan Yaman 4-1

Indonesia U-17 mencetak sejarah usai mengalahkan Yaman 4-1 di perempat final Piala Asia U-17. Kemenangan ini membawa Garuda Muda lolos ke Piala Dunia U-17 2025 lewat jalur kualifikasi.

Langkah tim nasional Indonesia U-17 menuju panggung tertinggi sepak bola dunia resmi terwujud. Dalam laga perempat final Piala Asia U-17 2025, Garuda Muda tampil meyakinkan dengan mengalahkan Yaman 4-1 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha. Kemenangan ini tak hanya mengantar Indonesia ke semifinal, tapi juga memastikan satu tiket ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.

Berbeda dengan partisipasi sebelumnya pada Piala Dunia U-17 2023 di mana Indonesia tampil sebagai tuan rumah, kali ini skuad asuhan Bima Sakti benar-benar menembus babak elite melalui proses kompetitif di level Asia. Ini menjadi kali pertama Indonesia U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 lewat jalur kualifikasi, sebuah pencapaian yang disebut-sebut sebagai tonggak sejarah baru bagi sepak bola usia muda nasional.

Sejak fase grup, Indonesia sudah menunjukkan perkembangan signifikan. Ditopang oleh kombinasi pemain dari Elite Pro Academy dan akademi luar negeri, permainan Garuda Muda kini lebih tertata, disiplin, dan berkarakter.

Dalam pertandingan melawan Yaman, Indonesia tampil solid.
Gol-gol dicetak oleh:

  • Rizky Maulana (12’), kapten sekaligus gelandang kreatif yang mencetak gol lewat tendangan bebas brilian.
  • Fahri Ramadhan (27’, 49’), striker muda Persija yang menunjukkan killer instinct luar biasa.
  • Dava Nugraha (73’), pemain sayap cepat yang menusuk dari sisi kanan dan memperlihatkan kedewasaan dalam penyelesaian akhir.

Satu-satunya gol balasan Yaman tercipta di menit ke-58, namun tak cukup untuk mengganggu dominasi Indonesia.

Statistik menunjukkan Indonesia mendominasi 62% penguasaan bola, dengan total 14 tembakan (7 on target). Ini menunjukkan bahwa dominasi bukan hanya skor, tapi juga secara permainan.

Bima Sakti layak mendapatkan pujian. Ia merancang pendekatan menyerang berbasis penguasaan bola dengan pressing tinggi. Indonesia bermain dengan formasi dasar 4-3-3 yang cair, berubah menjadi 4-2-3-1 saat bertahan.

Faktor kunci lainnya adalah kedisiplinan lini tengah dalam menutup ruang, serta koordinasi yang lebih matang antar lini. Hal ini menjadi peningkatan signifikan dibanding penampilan Indonesia di Piala Dunia 2023, di mana Indonesia masih terkesan gugup dan sering kehilangan fokus di lini belakang.

Catatan Sejarah: Dari Tuan Rumah ke Kualifikasi

  • Piala Dunia U-17 2023: Indonesia lolos sebagai tuan rumah, namun gagal lolos dari fase grup.
  • Piala Asia U-17 2023: Indonesia gagal di fase grup.
  • Piala Dunia U-17 2025: Untuk pertama kalinya, Indonesia lolos melalui jalur kualifikasi.

Dengan lolosnya ke Piala Dunia U-17 2025 lewat jalur kompetitif, Indonesia menandai kebangkitan sepak bola usia muda yang dipupuk dari akar pembinaan yang mulai membuahkan hasil.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *