Beranda » Rusmadi Wongso Plt Walikota samarinda,  Mundur dari PDIP dan Dukung Kandidat Lain di Pilgub Kaltim

Rusmadi Wongso Plt Walikota samarinda,  Mundur dari PDIP dan Dukung Kandidat Lain di Pilgub Kaltim

Rusmadi Wongso Guncang PDIP Kaltim: Mundur dan Dukung Kandidat Lain di Pilgub Kaltim

Portalwarta.com – Sebagai buntut tak mendapat dukungan dari partai untuk maju menjadi Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso membuat langkah berani.

Pada Jumat, 1 November 2024, ia menghadiri panggilan klarifikasi dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Kaltim terkait keputusannya mendukung kandidat lain di Pilgub Kaltim.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Kaltim, Veridiana Huraq Wang, menegaskan bahwa mereka ingin mendengar langsung alasan Rusmadi,

yang ternyata tidak mengikuti komando partai. Tidak hanya memenuhi panggilan, Rusmadi juga menyerahkan kartu tanda anggota (KTA) partainya, secara resmi mundur dari PDIP.

Veridiana menjelaskan bahwa PDIP memanggil Rusmadi untuk mempertanyakan keterlibatannya dalam kampanye pasangan calon (paslon) Rudy Mas’ud-Seno Aji, yang bukan merupakan usungan PDIP.

Menurutnya, sikap Rusmadi yang secara terang-terangan mendukung pasangan tersebut—termasuk turut serta dalam kampanye di kawasan Eks Temindung dan Rawa Makmur,

Palaran pada 27 Oktober—tidak sejalan dengan partai yang mendukung Isran Noor-Hadi Mulyadi di Pilgub Kaltim.

“Memang kami panggil. Kami minta klarifikasi atas keputusan beliau,” ungkap Veridiana,

menambahkan bahwa PDIP menghormati keputusan pribadi Rusmadi untuk mundur setelah enam tahun bernaung di bawah PDIP. Lebih lanjut,

keputusannya tersebut akan segera disampaikan ke pimpinan partai untuk diproses lebih lanjut secara internal.

Keberpihakan Rusmadi di Pilgub ini juga berbuntut pada pelaporannya ke Bawaslu Kaltim, dengan tudingan terkait netralitasnya sebagai pejabat daerah,

terutama karena masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Samarinda. Pelaporan ini didasarkan pada statusnya sebagai pelaksana tugas wali kota yang seharusnya menjaga netralitas dalam politik.

Hingga saat ini, Rusmadi belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas dampak dari dukungannya terhadap paslon Rudy-Seno di luar instruksi partai.

Keputusan Rusmadi jelas memberikan warna baru dalam dinamika politik Kaltim, terutama di kancah Pilgub Kaltim yang semakin memanas.

Terlepas dari keberaniannya untuk keluar dari PDIP, langkah ini mengundang banyak reaksi dari berbagai pihak, baik internal partai maupun publik.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *