Portalwarta.com – Keracunan massal terjadi di sebuah acara majelis selawat di Pare, Kediri, Rabu (2/10/2024). Sejumlah jemaah mengalami mual dan pusing, di duga akibat makanan ringan dan minuman yang sudah tidak layak konsumsi. Camilan tersebut berasal dari donasi warga sekitar yang dibagikan oleh panitia di pintu masuk.
Menurut keterangan panitia, korban segera di evakuasi ke Rumah Sakit Karya Kesehatan Kediri (RSKK). AKP Fauzi Pratama, Kasatreskrim Polres Kediri, langsung bertindak dengan menyegel gudang penyimpanan makanan milik donatur yang terletak tak jauh dari lokasi acara. “Kami masih selidiki, apakah benar barang-barang tersebut tidak layak konsumsi atau ada penyebab lain,” ucap Fauzi.
Gudang tersebut menyimpan camilan dan minuman yang di duga menjadi penyebab keracunan. Namun, pemilik gudang, sepasang suami istri, hingga kini masih di cari oleh pihak berwajib. “Pemilik toko itu belum di temukan. Status tokonya juga belum jelas, apakah grosiran atau toko kecil biasa,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga telah menyita beberapa sampel makanan dan minuman dari gudang tersebut untuk di uji lebih lanjut. Beberapa barang yang di amankan termasuk makanan ringan yang di curigai sudah kadaluarsa. Fauzi menegaskan, semua barang yang di ambil akan di periksa secara detail untuk memastikan apakah benar ada produk yang tidak layak konsumsi.
Sementara itu, Taufiq Dwi Kusuma, koordinator majelis selawat, menjelaskan bahwa dari 155 jemaah yang keracunan, 10 orang harus menjalani rawat inap. Sisanya sudah di perbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Taufiq juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menyediakan konsumsi bagi peserta acara.
“Peserta yang keracunan segera di bawa ke RSKK dan RS HVA. Dari total 155 orang, hanya 10 yang perlu rawat inap,” ujar Taufiq.
Hingga kini, kasus ini masih dalam penyelidikan polisi, dan masyarakat berharap ada kejelasan mengenai penyebab pasti insiden tersebut. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kejadian ini, pantau terus update berita terbaru di Portalwarta.com.