Agenda MTQ Nasional di Samarinda: Perayaan Religi yang Menyulut Semangat Ekonomi Umat

(dokumentasi Foto oleh Portalwarta.com/Said)
Samarinda, 11 September 2024 — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, bukan sekadar ajang religius tahunan. Di balik lantunan ayat-ayat suci yang menggema, tersimpan semangat besar untuk membangkitkan ekonomi umat melalui kreativitas, kolaborasi budaya, dan konsep wakaf produktif.
Tahun ini, 34 provinsi di Indonesia berpartisipasi dalam event ini dengan menghadirkan stand booth yang menampilkan kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi daerah masing-masing. Namun, lebih dari itu, MTQ kali ini membawa tema yang progresif: Menggerakkan Ekonomi Umat melalui Program Inkubasi Wakaf Produktif dan Kota Wakaf.
Dalam seminar bertajuk “Menggerakkan Ekonomi Umat melalui Program Inkubasi Wakaf Produktif dan Kota Wakaf,” para peserta diajak melihat wakaf dari perspektif baru. Wakaf tak lagi sekadar sumbangan pasif, tetapi disiapkan menjadi aset strategis yang bisa menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Melalui program inkubasi, aset-aset wakaf dimanfaatkan sebagai modal produktif yang menghasilkan manfaat berkelanjutan. Ini adalah langkah konkret menciptakan kemandirian ekonomi berbasis syariah, bukan sekadar wacana.
Konsep Kota Wakaf juga menjadi sorotan penting. Bayangkan sebuah kota yang dibangun dan berjalan dengan prinsip ekonomi Islam—di mana seluruh aktivitas usaha, pendidikan, hingga sosial, berpijak pada asas keadilan, keberkahan, dan keberlanjutan.
baca juga :“Kominfo Siap Bongkar Siapa Pemilik Akun Fufufafa: Siap-Siap Kaget!”
Sebagai bagian dari rangkaian MTQ Nasional, stand booth dari 34 provinsi menjadi daya tarik tersendiri. Lebih dari sekadar pameran budaya, setiap booth menghadirkan produk unggulan—mulai dari kuliner khas, kerajinan lokal, hingga solusi ekonomi kreatif berbasis syariah.
Pengunjung bisa mencicipi berbagai makanan tradisional seperti nasi lemak dari Sumatera atau sate lilit dari Bali, sambil memahami nilai-nilai kultural yang menyertainya.
Namun, makna stand booth ini melampaui sajian makanan dan kerajinan. Di sinilah terlihat kolaborasi antara kearifan lokal dan visi ekonomi umat. Setiap booth menjadi representasi semangat pemberdayaan, menampilkan bahwa budaya dan ekonomi syariah bisa berjalan beriringan.
MTQ Nasional 2024 di Samarinda telah membuktikan bahwa spiritualitas dan ekonomi bukan dua hal yang terpisah. Seminar tentang inkubasi wakaf produktif membukakan wawasan baru tentang pentingnya mengelola aset umat secara strategis dan berkelanjutan.
Konsep Kota Wakaf menunjukkan bahwa mimpi membangun ekosistem ekonomi berbasis syariah dapat diwujudkan, selama ada komitmen dan kolaborasi. Stand booth dari seluruh Indonesia menjadi simbol konkret bahwa pemberdayaan ekonomi bisa dimulai dari kekayaan budaya lokal.
Inilah wajah baru ekonomi umat—berakar pada spiritualitas, tumbuh dengan semangat kolaboratif, dan mengarah pada masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.